Call: 0123456789 | Email: info@example.com

Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso

Sejarah Desa

Sejarah Desa Bataan

          Desa Bataan memiliki latar belakang sebagaimana kisah tersebut diatas dan tertuang dalam kisah sepasang suami istri yang bernama Ki Rampanah dan Nyi Rampanah pada saat membuka areal baru / membabat kawasan tersebut sampai beliau memutuskan untuk bertempat tinggal di daerah tersebuat dengan membuat batu bata sendiri. Hasil dari beliau membuat batu bata tersebut ternyata sangat bagus dan disukai pemerintah penjajah Belanda serta kaum bangsawan pribumi. Seiring dengan bertambahnya waktu semakin banyak warga berdatangan yang kemudian juga memutuskan untuk memproduksi batu bata sehingga kawasan tersebuat oleh masyarakat setempat yang mayoritas dari etnis madura tersebut dengan ” Betaan ” adapun ” beta ” dalam bahasa madura artinya bata dan sejak zaman kemerdekaan kawasan tersebut beralih ejaan dalam bahasa indonesia menjadi ” Bataan ” sampai sekarang, Namun bagi etnis madura kawasan tersebut sampai saat ini dibaca dan dieja menjadi ” Bataan ”.

 

Berikut ini Sejarah nama – nama kepala desa Bataan :

NO NAMA KEPALA DESA (TENGGI) PERIODERISASI KETERANGAN
1. Rustab Tenggi Pertama
2. Parlub Tenggi Ke Dua
3. Sunnar 1978 s/d 1985 Tenggi Ke Tiga
4. Mistaryoto 1985 s/d 1993 Tenggi Ke Empat
5. Suharsono 1993 s/d 2001 Tenggi Ke Lima
6. Tedi Satoen 2001 s/d 2002 Tenggi Ke Enam
7. Abdullah 2002 s/d 2007 Tenggi Ke Tujuh ( plh )
8. Erfin Dewi Sudanto 2007 s/d 2013 Tenggi Ke Delapan
9. Hendry Molyadi 2014 Tenggi Ke Sembilan ( plh )
10. Hariyanto 2014 s/d 2019 Tenggi Ke Sepuluh
Skip to toolbar